Rabu, 18 Maret 2015

RESUME PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN KADAR DAMINOSIDA TERHADAP IKLIM MIKRO DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN DALAM POT



Resume jurnal Fisiologi Perkembangan Tumbuhan

            Krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang sangat populer dan memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi di Indonesia serta mempunyai prospek pemasaran cerah. Selain menghasilkan bunga potong dan tanaman hias bunga pot yang dimanfaatkan untuk memperindah ruangan dan menyegarkan suasana, beberapa varietas krisan juga ada yang berkasiat sebagai obat, antara lain untuk mengobati sakit batuk, nyeri perut, dan sakit kepala akibat peradangan rongga sinus (sinusitis) dan sesak napas. Tanaman krisan memerlukan cahaya pada siang hari sebesar 32.000 lux untuk pertumbuhan yang optimal (Effendi dan Marwoto, 2003). Intensitas cahaya pada siang hari di dataran tinggi di Indonesia (1000 m dpl) adalah sebesar 50.000 lux. Oleh karena itu untuk memperoleh intensitas cahaya yang sesuai bagi tanaman krisan diperlukan naungan misalnya dengan paranet.
           Fungsi paranet selain untuk mengurangi intensitas cahaya juga dapat mengurangi suhu udara lingkungan tanaman  Pemberian naungan pada berbagai stadia pertumbuhan berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga per tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, berat 100 biji, dan produksi biji kering pada berbagai macam varietas tanaman kedelai. Pemberian naungan 20% memberikan hasil yang lebih baik apabila diaplikasikan pada awal pengisian polong dibandingkan dengan awal tanam atau awal berbunga. Hasil penelitian tanaman anggrek, tanaman yang mendapat intensitas cahaya 55%, menghasilkan daun terlebar, dan pembentukan tunas terbaik dibandingkan tanaman yang mendapat perlakuan intensitas cahaya 65% dan 75%. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Widiastoety, dkk (2000), yang menunjukkan tanaman yang dihadapkan pada intensitas cahaya 55% memberikan produksi bunga dan lebar daun tertinggi serta pembentukan tunas terbaik, sedangkan naungan 75% menyebabkan tanaman menghasilkan panjang tangkai bunga tertinggi.  Salah satu jenis zat penghambat pertumbuhan sintetik adalah daminosida. Waktu dan aplikasi daminosida sangat spesifik karena hanya selektif pada keadaan dan kondisi lingkungan tertentu. Apabila digunakan pada fase pertumbuhan yang tepat dengan konsentrasi yang tepat pula dan kondisi lingkungan yang sesuai untuk tanaman maka tanaman akan tumbuh dan memberikan hasil yang optimal.

Perlakuan intensitas cahaya dengan pemberian naungan paranet dan aplikasi daminosida bertujuan untuk memperpendek tanaman krisan. Penurunan intensitas cahaya dari 75% menjadi 55% mengakibatkan penurunan tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot kering tajuk tanaman, sedangkan peningkatan kadar daminosida dari 0 sampai 250 ppm mengakibatkan penurunan tinggi tanaman, tetapi meningkatkan jumlah daun dan bobot kering tajuk tanaman, dan mempercepat pemunculan cabang pertama.
Intensitas cahaya yang diturunkan dari 75% menjadi 55%, menyebabkan penurunan bobot kering tajuk. Menurunnya intensitas cahaya dapat berpengaruh pada bobot kering tanaman. Hal ini sesuai dengan pendapat Harjadi (1991), besarnya cahaya yang tertangkap pada proses fotosintesis menunjukkan biomassa, sedangkan besarnya biomassa dalam jaringan tanaman mencerminkan bobot kering.
 Perlakuan intensitas cahaya yang diturunkan dari 100% menjadi 75% diikuti dengan peningkatan jumlah cabang tanaman krisan. Hal ini dikarenakan dengan intensitas cahaya tinggi, tanaman krisan tumbuh tinggi, sehingga hasil fotosintesis yang digunakan untuk pembentukan cabang sedikit, akibatnya jumlah cabang sedikit. Pada intensitas cahaya 75%, jumlah cabang yang terbentuk banyak, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan intensitas cahaya 55%. Peningkatan intensitas cahaya sampai 75% meningkatkan proses fotosintesis pada tanaman krisan, karena cahaya matahari merupakan sumber energi bagi fotosintesis (Lakitan, 1993). Hasil fotosintesis akan ditranslokasikan keseluruh jaringan tanaman melalui pembuluh floem, selanjutnya energi dari hasil fotosintesis tersebut akan mengaktifkan pertumbuhan tunas, sehingga jumlah cabang meningkat. Dengan intensitas cahaya yang rendah, tanaman menghasilkan daun lebih besar, lebih tipis dengan lapisan epidermis tipis, jaringan palisade sedikit, ruang antar sel lebih lebar dan jumlah stomata lebih banyak. Sebaliknya pada tanaman yang menerima intensitas cahaya tinggi menghasilkan daun yang lebih kecil, lebih tebal, lebih kompak dengan jumlah stomata lebih sedikit, lapisan kutikula dan dinding sel lebih tebal dengan ruang antar sel lebih kecil dan tekstur daun keras. Auksin memacu pertumbuhan tanaman melalui pembelahan sel dan pembesaran sel, sehingga akan mempengaruhi perluasan daun. Dengan terhambatnya pertumbuhan daun maka luas daun menjadi sempit.
Daun merupakan organ tanaman tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Bila luas daun meningkat, asimilat yang dihasilkan akan lebih besar pula. Luas daun yang besar menyebabkan laju asimilasi bersih meningkat, sehingga laju pertumbuhan nisbi juga meningkat, dan bobot kering tanaman meningkat pula.


TANGGAPAN TERHADAP JURNAL

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN
KADAR DAMINOSIDA TERHADAP IKLIM MIKRO DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN DALAM POT


Suatu tanaman memiliki intensitas cahaya yang berbeda-beda, Salah satu contoh tanaman yang membutuhkan intensitas cahaya adalah Krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang sangat populer dan memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi di Indonesia serta mempunyai prospek pemasaran cerah. Tanaman krisan memerlukan cahaya pada siang hari sebesar 32.000 lux untuk pertumbuhan yang optimal, Intensitas cahaya pada siang hari di dataran tinggi di Indonesia (1000 m dpl) adalah sebesar 50.000 lux.
Ternyata untuk dapat menghambat pertumbuhan adalah Salah satu jenis zat penghambat pertumbuhan sintetik adalah daminosida. Waktu dan aplikasi daminosida sangat spesifik karena hanya selektif pada keadaan dan kondisi lingkungan tertentu. Apabila digunakan pada fase pertumbuhan yang tepat dengan konsentrasi yang tepat pula dan kondisi lingkungan yang sesuai untuk tanaman maka tanaman akan tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Perlakuan intensitas cahaya 75% (tingkat naungan 25%) memiliki intensitas cahaya, suhu udara dan kelembaban udara yang mendekati optimum bagi pertumbuhan tanaman.  Terdapat pengaruh interaksi perlakuan intensitas cahaya dan kadar daminosida terhadap luas daun, dan laju pertumbuhan nisbi. Tanaman dengan perlakuan intensitas cahaya 55% dan kadar daminosida 500 ppm tumbuh paling pendek dan saat muncul cabang pertama tercepat. Tanaman dengan perlakuan kadar daminosida 250 ppm memiliki jumlah daun terbanyak dan bobot kering tajuk tanaman terbesar.
Jadi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah kadar daminosida maka pertumbuhan dari tanaman tersebut semakin baik dibandingkan kadar daminosida yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar