Resume
jurnal Fisiologi Perkembangan Tumbuhan
Krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang sangat populer
dan memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi di Indonesia serta mempunyai
prospek pemasaran cerah. Selain menghasilkan bunga potong dan tanaman hias
bunga pot yang dimanfaatkan untuk memperindah ruangan dan menyegarkan suasana,
beberapa varietas krisan juga ada yang berkasiat sebagai obat, antara lain
untuk mengobati sakit batuk, nyeri perut, dan sakit kepala akibat peradangan
rongga sinus (sinusitis) dan sesak napas. Tanaman krisan memerlukan cahaya pada
siang hari sebesar 32.000 lux untuk pertumbuhan yang optimal (Effendi dan
Marwoto, 2003). Intensitas cahaya pada siang hari di dataran tinggi di
Indonesia (1000 m dpl) adalah sebesar 50.000 lux. Oleh karena itu untuk
memperoleh intensitas cahaya yang sesuai bagi tanaman krisan diperlukan naungan
misalnya dengan paranet.
Fungsi paranet selain untuk mengurangi
intensitas cahaya juga dapat mengurangi suhu udara lingkungan tanaman Pemberian naungan pada berbagai stadia
pertumbuhan berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga per tanaman, jumlah polong
per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, berat 100 biji, dan produksi
biji kering pada berbagai macam varietas tanaman kedelai. Pemberian naungan 20%
memberikan hasil yang lebih baik apabila diaplikasikan pada awal pengisian
polong dibandingkan dengan awal tanam atau awal berbunga. Hasil penelitian
tanaman anggrek, tanaman yang mendapat intensitas cahaya 55%, menghasilkan daun
terlebar, dan pembentukan tunas terbaik dibandingkan tanaman yang mendapat
perlakuan intensitas cahaya 65% dan 75%. Hal ini didukung oleh hasil penelitian
Widiastoety, dkk (2000), yang menunjukkan tanaman yang dihadapkan pada
intensitas cahaya 55% memberikan produksi bunga dan lebar daun tertinggi serta
pembentukan tunas terbaik, sedangkan naungan 75% menyebabkan tanaman
menghasilkan panjang tangkai bunga tertinggi.
Salah satu jenis zat penghambat pertumbuhan sintetik adalah daminosida.
Waktu dan aplikasi daminosida sangat spesifik karena hanya selektif pada
keadaan dan kondisi lingkungan tertentu. Apabila digunakan pada fase
pertumbuhan yang tepat dengan konsentrasi yang tepat pula dan kondisi
lingkungan yang sesuai untuk tanaman maka tanaman akan tumbuh dan memberikan
hasil yang optimal.
Perlakuan intensitas cahaya dengan pemberian naungan
paranet dan aplikasi daminosida bertujuan untuk memperpendek tanaman krisan.
Penurunan intensitas cahaya dari 75% menjadi 55% mengakibatkan penurunan tinggi
tanaman, jumlah daun dan bobot kering tajuk tanaman, sedangkan peningkatan
kadar daminosida dari 0 sampai 250 ppm mengakibatkan penurunan tinggi tanaman,
tetapi meningkatkan jumlah daun dan bobot kering tajuk tanaman, dan mempercepat
pemunculan cabang pertama.
Intensitas cahaya yang diturunkan dari 75% menjadi 55%,
menyebabkan penurunan bobot kering tajuk. Menurunnya intensitas cahaya dapat
berpengaruh pada bobot kering tanaman. Hal ini sesuai dengan pendapat Harjadi
(1991), besarnya cahaya yang tertangkap pada proses fotosintesis menunjukkan
biomassa, sedangkan besarnya biomassa dalam jaringan tanaman mencerminkan bobot
kering.
Perlakuan intensitas
cahaya yang diturunkan dari 100% menjadi 75% diikuti dengan peningkatan jumlah
cabang tanaman krisan. Hal ini dikarenakan dengan intensitas cahaya tinggi,
tanaman krisan tumbuh tinggi, sehingga hasil fotosintesis yang digunakan untuk
pembentukan cabang sedikit, akibatnya jumlah cabang sedikit. Pada intensitas
cahaya 75%, jumlah cabang yang terbentuk banyak, tetapi tidak berbeda nyata
dengan perlakuan intensitas cahaya 55%. Peningkatan intensitas cahaya sampai
75% meningkatkan proses fotosintesis pada tanaman krisan, karena cahaya
matahari merupakan sumber energi bagi fotosintesis (Lakitan, 1993). Hasil
fotosintesis akan ditranslokasikan keseluruh jaringan tanaman melalui pembuluh
floem, selanjutnya energi dari hasil fotosintesis tersebut akan mengaktifkan
pertumbuhan tunas, sehingga jumlah cabang meningkat. Dengan intensitas cahaya
yang rendah, tanaman menghasilkan daun lebih besar, lebih tipis dengan lapisan
epidermis tipis, jaringan palisade sedikit, ruang antar sel lebih lebar dan
jumlah stomata lebih banyak. Sebaliknya pada tanaman yang menerima intensitas
cahaya tinggi menghasilkan daun yang lebih kecil, lebih tebal, lebih kompak
dengan jumlah stomata lebih sedikit, lapisan kutikula dan dinding sel lebih
tebal dengan ruang antar sel lebih kecil dan tekstur daun keras. Auksin memacu
pertumbuhan tanaman melalui pembelahan sel dan pembesaran sel, sehingga akan
mempengaruhi perluasan daun. Dengan terhambatnya pertumbuhan daun maka luas
daun menjadi sempit.
Daun merupakan organ tanaman tempat
berlangsungnya proses fotosintesis. Bila luas daun meningkat, asimilat yang
dihasilkan akan lebih besar pula. Luas daun yang besar menyebabkan laju
asimilasi bersih meningkat, sehingga laju pertumbuhan nisbi juga meningkat, dan
bobot kering tanaman meningkat pula.
TANGGAPAN TERHADAP JURNAL
PENGARUH INTENSITAS
CAHAYA DAN
KADAR DAMINOSIDA TERHADAP IKLIM MIKRO DAN PERTUMBUHAN TANAMAN
KRISAN DALAM POT
Suatu
tanaman memiliki intensitas cahaya yang berbeda-beda, Salah satu contoh tanaman
yang membutuhkan intensitas cahaya adalah Krisan
merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang sangat populer dan memiliki
nilai ekonomi yang relatif tinggi di Indonesia serta mempunyai prospek
pemasaran cerah. Tanaman krisan memerlukan cahaya pada siang hari sebesar
32.000 lux untuk pertumbuhan yang optimal, Intensitas cahaya pada siang hari di
dataran tinggi di Indonesia (1000 m dpl) adalah sebesar 50.000 lux.
Ternyata untuk dapat menghambat pertumbuhan adalah Salah
satu jenis zat penghambat pertumbuhan sintetik adalah daminosida. Waktu dan
aplikasi daminosida sangat spesifik karena hanya selektif pada keadaan dan
kondisi lingkungan tertentu. Apabila digunakan pada fase pertumbuhan yang tepat
dengan konsentrasi yang tepat pula dan kondisi lingkungan yang sesuai untuk
tanaman maka tanaman akan tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Perlakuan
intensitas cahaya 75% (tingkat naungan 25%) memiliki intensitas cahaya, suhu
udara dan kelembaban udara yang mendekati optimum bagi pertumbuhan
tanaman. Terdapat pengaruh interaksi
perlakuan intensitas cahaya dan kadar daminosida terhadap luas daun, dan laju
pertumbuhan nisbi. Tanaman dengan perlakuan intensitas cahaya 55% dan kadar
daminosida 500 ppm tumbuh paling pendek dan saat muncul cabang pertama
tercepat. Tanaman dengan perlakuan kadar daminosida 250 ppm memiliki jumlah
daun terbanyak dan bobot kering tajuk tanaman terbesar.
Jadi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin
rendah kadar daminosida maka pertumbuhan dari tanaman tersebut semakin baik
dibandingkan kadar daminosida yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar