Jumat, 06 Maret 2015

pencemaran susu kental manis



BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Dasar dari ilmu pengetahuan dan teknologi produk susu adalah air susu. Karena air susu adalah bahan baku dari semua produk susu. Susu, sebagian besar digunakan sebagai produk pangan. Dipandang dari segi gizi, susu merupakan makanan yang hampir sempurna, dimana susu mengandung protein, lemak, vitamin, mineral dan laktosa (karbohidrat). Susu adalah suatu sekresi yang komposisinya sangat berbeda dari komposisi darah yang merupakan asal susu. Misalnya lemak susu, kasein, laktosa yang disintesa oleh alveoli dalam ambing, tidak terdapat di tempat lain mana pun dalam tubuh sapi. Sejumlah besar darah mengalir melalui alveoli dalam pembuatan susu yaitu sekitar 50 kg darah dibutuhkan untuk menghasilkan 30 liter.
Di dalam air susu banyak sekali komponen-komponen penyusun diantaranya seperti seperti laktosa, yang terdiri dari gabungan antara glukosa dan galaktosa. Air susu adalah salah satu produk hasil pertanian yang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi dan sangat luas penggunaanya dalam bidang kehidupan. Susu merupakan larutan yang bersifat mudah larut dalam air karena memiliki sifat hidrofil dan bila dilarutkan di dalam air yang memiliki suhu yang cukup tinggi akan lebih cepat larut. Susu dapat merupakan sumber penyakit bagi manusia apabila pengolahan terhadap susu tersebut tidak higienis. Sehingga diperlukan uji-uji tertentu untuk mengetahui apakah susu tersebut layak untuk dikonsumsi. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui mutu dari susu yaitu dengan uji mikrobiologi susu.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Apakah pengertian dari susu kental manis?
  2. Mikroorganisme apa saja yang terdapat pada susu kental manis?
  3. Bagaimana kasus pencemaran susu kental manis diindonesia?
  4. Apa saja penyakit yang disebabkan pencemaran susu kental manis ?
1.3  Batasan Masalah
Dalam makalah ini, ruang lingkup permasalahan dibatasi pada pencemaran aseptik susu kental manis.

1.4  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui pengertian dari susu kental manis
2.      Mengetahui Mikroorganisme yang terdapat pada susu kental manis
3.      Mengetahui kasus pencemaran susu kental manis diindonesia
4.      Mengetahui penyakit yang disebabkan pencemaran susu kental manis

1.5  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.      Sebagai bahan informasi untuk para mahasiswa dan masyarakat
2.      Sebagai bahan referensi untuk penelitian yang relevan.
BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Pengertian susu kental manis
Susu kental, atau lebih umum susu kental manis, adalah susu sapi yang airnya dihilangkan dan ditambahkan gula, sehingga menghasilkan susu yang sangat kental dan dapat bertahan selama satu tahun bila tidak dibuka. Susu kental manis sering ditambahkan pada hidangan penutup, pada umumnya kue. Di Rusia, susu kental manis dikenal sebagai  sguschyonka. Susu kental manis ini umumnya tidak cocok untuk bayi atau anak-anak karena sudah ditambahkan gula dan lemak pada kandungan susu telah dikurangi.
Susu mengandung bermacam-macam unsure dan sebagian besar terdiri dari zat makanan yang juga diperlukan bagi pertumbuhan bakteri. Oleh karenanya pertumbuhan bakteri dalam susu sangat cepat, pada suhu yang sesuai. Jenis-jenis Micrococcus dan Corybacterium sering terdapat dalam susu yang baru diambil. Pencemaran berikutnya timbul dari sapi, alat-alat pemerahan yang kurang bersih dan tempat-tempat penyimpanan yang kurang bersih, debu, udara, lalat dan penanganan oleh manusia(Buckle, et. al., 1987).
Emulsi lemak yaitu globula pada susu dikelilingi globula yang mengandung glikoprotein, lipid polar, sterol dan beberapa enzim termasuk xanthine oksida. Sayangnya akibat dengan adanya membrane tersebut maka struktur dapat dengan mudah rusak pada saat ada tekanan dan pendinginan (Robinson, 1987).
Kualitas mikrobial dalam susu segar sangat penting bagi penilaian dan produksi produk susu yang berkualitas. Susu dapat disebut telah rusak apabila terdapat gangguan dalam tekstur, warna, bau dan rasa pada kondisi dimana susu tersebut sudah tidak patut lagi dikonsumsi oleh manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam makanan sering melibatkan degradasi dari zat zat nutrisi seperti protein, karbohidrat dan lemak, baik oleh mikroorganisme itu sendiri maupun enzim yang diproduksinya.
Air susu mengandung tiga komponen karakteristik yaitu: laktosa, kasein, dan lemak susu. Disamping mengandung bahan-bahan lainnya misalnya air, mineral, vitamin, dan lainnya. Banyaknya tiap-tiap bahan didalam air susu berbeda-beda tergantung spesies hewan; komposisi dipengaruhi oleh banyak sekali faktor genetic dan lingkungan. Susu segar yang akan diminum harus melalui pasteurisasi terlebih dahulu guna mencegah penularan penyakit dan mencegah penularan penyakit dan mencegah kerusakan karena mikroorganisme. Dalam proses pasteurisasi, susu dipanaskan pada suhu 65° Celcius selama 30 menit. Laktosa adalah satu-satunya karbohidrat pada susu. Secara kimia sebuah molekul dari laktosa diproduksi dari gabungan antara stu glukosa dan satu galaktosa sisa yang dihasilkan oleh sebuah α-lactalbumin yang bergantung pada enzim. Galaktosa dalah derivat hampir sama seperti glukosa tetapi bagian kecil yang bersal dari asetat dan gliserol.



 Gambar : susu kental manis





1.1  Mikroorganisme pada susu kental manis
Mikroorganisme yang berkembang didalam susu selain menyebabkan susu menjadi rusak juga membahayakan kesehatan masyarakat sebagai konsumen akhir. Disamping itu penanganan susu yang benar juga dapat menyebabkan daya simpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu.  Kerusakan pada susu disebabkan oleh terbentuknya asam laktat sebagai hasil fermentasi laktosa oleh koli. Fermentasi oleh bakteri ini akan menyebabkan aroma susu menjadi berubah dan tidak disukai oleh konsumen. Untuk meminimalkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan menghambat pertumbuhan bakteri pada susu agar dapat disimpan lebih lama maka penanganan sesudah pemerahan hendaknya menjadi perhatian utama peternak. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah kerusakan pada susu adalah dengan cara pemanasan (pasteurisasi) baik dengan suhu tinggi maupun suhu rendah yang dapat diterapkan pada peternak. Dengan pemanasan ini diharapkan akan dapat membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia dan meminimalisasi perkembangan bakteri lain, baik selama pemanasan maupun pada saat penyimpanan. Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna bahan mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lama akan semakin banyak jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangat menggembirakan dan merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengimbangi laju permintaan pasar.  Banyak jenis bahan makanan yang dapat dibuat dari bahan baku susu. Antara lain jenis produk susu yang sudah dikenal dikalangan masyarakat adalah es krim, susu bubuk, susu kental, mentega, yoghurt yang dihasilkan melalui proses homogenisasi, sterilisasi, pasteurisasi dan fermentasi. Penyebaran produksi susu akan lebih mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Telah tersedianya listrik hingga pelosok desa akan menopang penggunaan pengolahan susu pasteurisasi. Teknologi pengolahan susu yang telah dikenal rakyat seperti pengolahan dadih dan danke di Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan dapat mempercepat dan merupakan cikal bakal diversifikasi penggunaan susu.  Diversifikasi air susu sapi ini bisa dikelola secara home industry maupun secara besar-besaran, dan sudah barang tentu untuk yang kedua ini diperlukan peralatan yang serba praktis dan modern, agar diperoleh hasil yang maksimal. Tetapi untuk keperluan keluarga kecil cukup dengan alat sederhana yang alat-alatnya bisa diperoleh disekeliling kita dengan harga murah, seperti diperlukannya es batu dan beberapa kotak dari aluminium yang berfungsi sebagai tempatnya.


Bakteri Asam Laktat (BAL), tidak berlebihan kiranya bila bakteri dalam genus ini disebut sebagai salah satu bakteri terpenting (yang sudah diketahui tentunya) dalam kehidupan manusia.
Lactic acid bacteria termasuk bakteri gram positif fakultatif dan secara umum tidak berbahaya, bahkan dibutuhkan oleh manusia dan hewan. BAL banyak ditemukan di sekeliling kita, sebagai contoh, BAL banyak ditemukan di sekitar vagina dan di dalam usus halus. BAL sangat berperan dalam membantu proses pencernaan kita. Kalau anda ingat minuman kesehatan Yakult, BAL inilah yang juga berperan dalam aspek kesehatan dari minuman tersebut selain kandungan mineral dan nutrisi lainnya. BAL mampu memproses karbohidrat dalam susu yang disebut laktosa menjadi asam laktat. Mereka secara natural ada didalam susu (murni) dan secara luas digunakan sebagai kultur starter dalam produksi berbagai macam produk olahan fermentasi susu.
Bakteri Coliform, coliform adalah mikroorganisme yang berbentuk batang (rod) dan memiliki gram negatif. Coliform memiliki sifat fakultative anaerob. Artinya bakteri ini normalnya dalam pernafasan aerobik memproduksi ATP (Adenosine Triphosphate, sebuah monomer yang berfungsi sebagai media transportasi energi kimia antar sel dalam makhluk hidup) apabila dalam lingkungannya tersedia oksigen. Apabila oksigen tidak tersedia, organisme ini dapat berubah menjadi pemproduksi asam laktat dan alkohol atau yang dikenal dengan nama fermentasi.
Coliform aktif tumbuh pada suhu sekitar 37° C. Organisme ini dapat menyebabkan pembusukan yang cepat pada susu karena mampu melakukan fermentasi pada laktosa pada suhu sekitar 35° C dan sekaligus juga memproduksi asam dan gas. Selain itu mereka juga mampu mendegradasi protein pada susu.
Coliform adalah organisme indikator. Artinya, kehadiran organisme ini sering diasosiasikan dengan organisme patogen, tapi tidak berarti bahwa coliform ini dengan sendirinya adalah patogen. Kehadiran coliform merupakan indikator yang baik bahwa sesuatu itu telah terkena kontaminasi. Coliform dapat dimatikan dengan proses yang disebut HTST (High Temperature, Short Time) pada 72°C selama 16 detik. Escherichia coli (E-coli) merupakan salah satu anggota dari kelompok coliform dan dapat melakukan fermentasi gula susu (laktosa) pada suhu 44°C.

Mikroorganisme Perusak pada Susu
Kualitas mikrobial dalam susu segar sangat penting bagi penilaian dan produksi produk susu yang berkualitas. Susu dapat disebut telah rusak apabila terdapat gangguan dalam tekstur, warna, bau dan rasa pada kondisi dimana susu tersebut sudah tidak patut lagi dikonsumsi oleh manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam makanan sering melibatkan degradasi dari zat zat nutrisi seperti protein, karbohidrat dan lemak, baik oleh mikroorganisme itu sendiri maupun enzim yang diproduksinya. Secara umum pada susu mikroorganisme yang berperan dalam hal ini adalah organisme psikotrof. Meskipun kebanyakan dari kelompok ini dapat dihancurkan pada temperatur pasteurisasi, sayangnya, beberapa jenis sepertiPseudomonas fluorescens dan Pseudomonas fragi dapat memproduksi proteolitik dan lipolitik enzim yang stabil pada suhu tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan. Beberapa spesies dan keturunan dari BacillusClostridiumCornebacterium,ArthrobacterLactobacillusMicrobacteriumMicrococcus , danStreptococcus dapat bertahan pada temperatur pasteurisasi dan sekaligus mampu tumbuh pada suhu dalam ruang pendingin yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah kerusakan dan pembusukan pada bahan makanan terutama susu.
Mikroorganisme Patogen pada Susu
Produksi susu yang higienis seperti penanganan yang cepat dan tepat, penggunaan alat produksi dan alat penyimpanan serta teknik teknik pasteurisasi telah menurunkan ancaman penyebaran penyakit melalui susu seperti tuberkulosis (TBC), brucellosis dan lain sebagainya. Walaupun masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, terbukti sudah ada beberapa kasus penyakit yang berasal dari mengkonsumsi susu segar, atau produk susu sapi yang dibuat dari susu yang tidak di pasteurisasi dengan benar atau kurang baik dalam penanganan sepanjang proses produksinya. Beberapa bakteri patogen dalam susu segar dan produk susu yang masih menjadi perhatian saat ini antara lain:
Bacillus cereus
Listeria monocytogenes
Yersinia enterocolitica
Salmonella spp.
Escherichia coli O157:H7
Campylobacter jejuni
Perlu diungkapkan juga disini bahwa beberapa jenis jamur, kebanyakan dari spesies AspergillusFusarium, dan Penicillium dapat tumbuh dalam media susu dan produk susu lainnya. Apabila kondisinya memungkinkan, organisme ini dapat memproduksi zat mycotoxin yang dapat berbahaya bagi kesehatan.
Secara umum ada dua kategori kultur starter laktat:
1. kultur sederhana. Terdiri dari satu jenis organisme, atau lebih dari satu yang masing masing jumlahnya diketahui.
2. kultur campuran. Lebih dari satu jenis organisme, yang masing masing menghasilkan karakter yang spesifik.
Sekurangnya sekarang terdapat 11 genus LAB (dairyscience.info, 2006) dan yang digunakan untuk kultur starter tidak lebih dari 5 saja. Yang termasuk dalam jenis bakteri asam laktat dan digunakan sebagai kultur starter adalah:
Enterococcus
Lactobacillus
Lactococcus
Leuconostoc
Streptococcus
Enterococcus
Organisme ini termasuk gram positif, katalase negatif berbentuk spiral (cocci) yang sering cenderung membentuk rantai yang memiliki panjang bervariasi. Mereka merupakan organisme penghuni yang secara natural ada di dalam sistem pencernaan manusia dan beberapa jenis hewan. Enterococcusseringkali digunakan sebagai organisme indikator untuk menentukan adanya kontaminasi. Beberapa spesies dari genus ini termasuk kategori patogen. Selain daripada kemampuan untuk tumbuh pada suhu 45 °C dan pH 9.6, dan pada kondisi konsentrasi garam tinggi, mereka sangat mirip dengan lactococci.
Adanya keraguan, bahwa kelompok ini dapat digunakan sebagai starter ditepis oleh bukti bahwa Enterococcus ternyata digunakan oleh beberapa ahli pada kulturnya, sehingga secara praktis dapat dianggap bahwa genus ini termasukstarter.
Lactobacillus
Ada beberapa spesies yang terkenal dalam kelompok ini.
Lb. delbrueckii subsp. bulgaricus, yang umum digunakan sebagai starteryogurt bersama dengan St. thermophillus adalah spesies homofermentatif, menghasilkan sekitar 2% berat asam laktat per volume susu. Temperatur optimum pada 42 °C dan tetap hidup dan tumbuh pada 45 °C atau lebih. Spesies ini tidak menyukai lingkungan dengan kadar garam rendah.
Lb. acidophilus yang secara natural hidup dalam usus secara umum tidak digunakan sebagai starter namun lebih pada penggunaan sebagai probiotik (lihat ulasan probiotik dibawah). Bakteri ini termasuk homofermentatif dan memproduksi D isomer dari asam laktat (D-laktat) pada konsentrasi yang tinggi, memiliki temperatur pertumbuhan optimum pada 37 °C dan relatif toleran terhadap oksigen dibandingkan dengan spesies probiotik lainnya seperti Bifidobacterium. Dibawah suhu 20 °C, pertumbuhannya sudah melambat, dan kebanyakan spesies tidak tumbuh lagi pada suhu 15 °C.
Karena Lb. acidophilus ini memproduksi D-laktat yang cukup besar, penggunaanya pada bayi harus diawasi. Hal ini disebabkan karena isomer D dari laktosa ini tidak dapat segera di metabolis, berbeda dengan L-laktat yang dapat segera diserap tubuh. Ada batasan maksimum D-laktat yang boleh dikonsumsi oleh bayi, sehingga oleh sebab itu pada beberapa produk probiotikuntuk bayi, penggunaan Lb. acidophilus ini digantikan oleh jenis lain dariLactobacilus atau Bifidobacter (dairyscience.info, Probiotic Bacteria, 2006).
Lb. casei juga merupakan penghuni natural dari usus halus manusia dan resistan terhadap cairan empedu. Spesies ini umumnya digunakan sebagaiprobiotik meskipun digunakan juga pada beberapa kultur starter sebagai non-starter lactic acid bacteria (NSLAB) pada keju Cheddar. L-laktat adalah isomer utama yang diproduksi oleh jenis ini, meskipun beberapa strain juga memproduksi D-laktat dalam jumlah kecil. Rogosa agar telah secara luas digunakan sebagai medium isolat untuk lactobacilli.
Lb. helveticus sering digunakan bersama sama dengan bakteri asam laktat dari kelas termofilik lainnya dalam proses pembuatan produk susu fermentasi seperti keju Emmental, Mozzarella dan yogurt. Salah satu keuntungan penggunaan spesies ini bersama sama dengan Lb. delbrueckii subsp.bulgaricus adalah bahwa Lb. helveticus mengkonsumsi galaktosa, hal ini berguna bila diinginkan produk yang mengandung sedikit atau bahkan bebas gula. Selain itu beberapa jenis yang dibudi daya kan di laboratorium juga digunakan sebagai perubah karakter rasa manis, mengurangi rasa pahit, mengembangkan rasa atau bahkan mempercepat pematangan pada keju.
Secara umum, jenis Lb. helveticus ini tumbuh baik pada suhu sampai 45 °C, dan optimal pada 42 – 43 °C. Kebanyakan tidak tumbuh atau melambat pada suhu 15 °C.
Lactococcus
Dahulu, bakteri dalam kelompok ini di klasifikasikan sebagai anggota dari genusStreptococcus. Dibedakan karena reaksi spesifik daripada antiserum Grup N dan toleransi jenis ini terhadap suhu dan kandungan garam.
Leuconostoc
Spesies ini penting bagi pembentuk rasa pada beberapa produk olahan susu. Ada semacam kesepakatan bahwa 2 jenis spesies, Leuconostoc mesenteroides subsp. cremoris dan Leuconostoc lactis merupakan spesies utama dalam kultur starter. Tidak seperti lactococci, keluarga leuconostoc ini tumbuh dalam Rogosa agar dan merupakan organisme hetrofermentatif yang menghasilkan karbon dioksida dari glukosa dan juga fruktosa. KeluargaLeuconostoc termasuk keluarga spiral gram positif, yang masing masing memiliki ukuran dan bentuk yang hampir sama dengan lactococci. Walaupun tidak seperti lactococci, keluarga leuconostoc tidak menghasilkan amonia dariarginine dan hanya menghasilkan D isomer dari asam laktat.


Gambar : Bakteri Asam Laktat

1.2  Kasus yang terjadi di Indonesia
kadar rata-rata susu kental manis di pasaran adalah 20 gram,berarti,anda sama saja memakan gula sachet yang terdapat di kedai-kedai kopi sebanyak 20 kali bukan?, sungguh angka yang ironis saat mengetahui kadar gula pada 2 produk ini diatas 10 gram.Sebenarnya,masih banyak produk-produk minuman atau makanan yang memiliki kadar gula di atas 10 gram,tentu anda tak mau menderita penyakit diabetes karena produk ini bukan,sebaiknya anda berhati hati memiliki produk yang memiliki kadar gula tinggi,saya bukannya menyuruh anda untuk tak membeli produk ini,toh saya juga kadang membeli teh Poci dengan susu kental manis. Karena alasan kepraktisan dan lebih ekonomis, sebagian besar Ibu lebih memilih menyajikan susu kental manis yang ditambahkan air sebagai minuman susu bagi anak-anaknya. Padahal, itu adalah sebuah persepsi yang salah besar. Susu kental manis bukanlah susu untuk diminum.

“Merupakan persepsi yang salah jika masih saja ada yang memilih susu kental manis yang dicairkan sebagai susu untuk diminum. Susu kental manis bukanlah susu. Sebab susu kental manis diciptakan hanya untuk aplikasi lebih lanjut olahan makanan seperti topping martabak maupun kue-kue,” tutur Prof Dr Ir Made Astawan MS selaku Anggota Dewan Pakar Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) dan Guru Besar Institut Pertanian Bogor yang ditemui pada acara “Teknologi UHT dan Aseptik Membantu Menjaga Nutrisi Alami Susu oleh UltraMilk” dari PT Ultra jaya Milk Industry & Trading Company Tbk, Hotel Lumire, Jakarta, Kamis (21/4/2011).

Memang lebih ekonomis, katanya, di mana para ibu cukup menyimpannya di kulkas supaya awet. Tapi coba saja perhatikan rasanya, manis bukan?

“Itu karena susu kental manis lebih banyak mengandung gula. Gula tersebut yang menyebabkan kegemukan pada anak. Sehingga saya menghimbau untuk tidak menjadikan susu kental manis yang ditambahkan air sebagai susu,” tutupnya.

Daftar Merk Susu yang Mengandung Bakteri Berbahaya Informasi 58 merk susu bayi yang mengandung bakteri berbahaya:
1. Frisian Flag Susu Bubuk Full Creamm ⁠
2. Kompleta Susu Kental Manis. ⁠
3. Caleimex Susu Rendah Lemak. ⁠
4. Dutch Lady Susu Cair. ⁠
5. Susu Bendera 123 Susu Pertumbuhan. ⁠
6. Susu Bendera Yes! Susu Cair. ⁠
7. Susu Bendera SKM Susu Kental Manis. ⁠
8. Enaak Susu Kental Manis. ⁠
9. Indomilk Susu Kental Manis. ⁠
10. Indomilk Susu Pasteurisasi. ⁠
11. Indomilk Susu Evaporasi. ⁠
12. Kremer Krim Kental Manis. ⁠
13. Tiga Sapi Krim Kental Manis. ⁠
14. Tiga Sapi Susu Bubuk. ⁠
15. Sustagen Susu Bubuk. ⁠
16. Enfapro Susu Formula Lanjutan. ⁠
17. Enfragrow Susu Pertumbuhan. ⁠
18. Enfamil Susu Bayi. ⁠
19. Bebelac 1 Susu Bayi. ⁠
20. Bebelac 2 Susu Formula Lanjutan. ⁠
21. Delilac Susu Pertumbuhan. ⁠
22. Tropicana Slim S
23. Nutrifood Susu Bubuk Instan. ⁠
24. Nutrifood WRP Susu. ⁠
25. Promina Susu Bubuk. ⁠
26. Sun Susu Bubuk. ⁠
27. SMA Susu Bayi. ⁠
28. S-26 Susu Bayi. ⁠
29. Promil Susu Formula Lanjutan. ⁠
30. Procal Susu Pertumbuhan. ⁠
31. Enercal Susu. ⁠
32. Nursoy Susu Formula Khusus. ⁠
33. Bear Brand Susu Steril Cair. ⁠
34. Cap Nona Susu Kental Manis. ⁠
35. Cap Nona Susu Evaporasi. ⁠
36. Carnation Susu Bubuk. ⁠
37. Carnation Susu Evaporasi Cair. ⁠
38. Dancow Susu Bubuk. ⁠
39. Dancow Susu Beraroma. ⁠
40. Dancow Balita Susu Pertumbuhan. ⁠
41. Lactogen 1 Susu Bayi. ⁠
42. Lactogen 2 Susu Formula Lanjutan. ⁠
43. Milkmaid Susu. ⁠
44. Anlene Susu Bubuk. ⁠
45. Nan Susu Bayi. ⁠
46. Anchor Susu Bubuk Full Cream. ⁠
47. Birch Tree Susu Beraroma. ⁠
48. Dumes Mames Susu Bayi. ⁠
49. FMC Powder Susu Bubuk Full Cream. ⁠
50. Indokilin Susu Bubuk Full Cream.
51. Kilimas Susu Beraroma. ⁠
52. LLM Susu Formula Khusus. ⁠
53. Milco Susu Beraroma. ⁠
54. Nini Susu Bayi. ⁠
55. Sari Husada Susu Bubuk Full Cream. ⁠
56. SGM Susu Bayi. ⁠
57. Vitalac Susu Bayi. ⁠
58. Ultra Susu UHT.





 

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
    Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan dapat menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan secara gizi, daya cerna ataupun daya simpannya. Bahan pangan dapat bertindak sebagai perantara atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan organisme lain penyebab penyakit.
Penyakit menular yang cukup berbahaya seperti tifus, kolera, disentri, atau tbc, mudah tersebar melalui bahan makanan. Gangguan-gangguan kesehatan, khususnya gagguan perut akibat makanan disebabkan, antara lain oleh kebanyakan makan, alergi, kekurangan zat gizi, keracunan langsung oleh bahan-bahan kimia, tanaman atau hewan beracun; toksintoksin yang dihasilkan bakteri; mengkomsumsi pangan yan mengandung parasitparasit hewan dan mikroorganisme. Tifus merupakan suatu penyakit yang disebabkanoleh adanya suatu infeksi pada usus yang ber imbas pada jaringan seluruh tubuh. Penyakit tifus disebabkan dari adanya suatu bakteri yang masuk melalui makanan , minuman atau bisa pula dari wabah yang merata pada suatu wilayah.









DAFTAR PUSTAKA

Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta : Penerbit CV. Sagung Seto

Maramis WF. 2004. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Penerbit Airlangga University Press.

Tjandra YA. Dampak Merokok Bagi Kesehatan. Simposium Nasional I. Hasil Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Di selenggarakan oleh : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Jakarta, 20-21 Desember 2004.

Tim Dosen Unimed.2012. Mikrobiologi Makanan. Medan : FMIPA UNIMED



2 komentar:

  1. selain 58 susu itu ada susu aplg emg.ny yg gag berbahaya ?

    BalasHapus
  2. Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.

    Salam,
    (Tommy.k)
    WA:081310849918
    Email: Tommy.transcal@gmail.com
    Management

    OUR SERVICE
    Boiler Chemical Cleaning
    Cooling tower Chemical Cleaning
    Chiller Chemical Cleaning
    AHU, Condensor Chemical Cleaning
    Chemical Maintenance
    Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
    Degreaser & Floor Cleaner Plant
    Oli industri
    Rust remover

    BalasHapus