BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dasar dari ilmu pengetahuan dan teknologi produk susu adalah air
susu. Karena air susu adalah bahan baku dari semua produk susu. Susu, sebagian
besar digunakan sebagai produk pangan. Dipandang dari segi gizi, susu merupakan
makanan yang hampir sempurna, dimana susu mengandung protein, lemak, vitamin,
mineral dan laktosa (karbohidrat). Susu adalah suatu sekresi yang komposisinya
sangat berbeda dari komposisi darah yang merupakan asal susu. Misalnya lemak
susu, kasein, laktosa yang disintesa oleh alveoli dalam ambing, tidak terdapat
di tempat lain mana pun dalam tubuh sapi. Sejumlah besar darah mengalir melalui
alveoli dalam pembuatan susu yaitu sekitar 50 kg darah dibutuhkan untuk
menghasilkan 30 liter.
Di dalam air susu banyak sekali komponen-komponen penyusun
diantaranya seperti seperti laktosa, yang terdiri dari gabungan antara glukosa
dan galaktosa. Air susu adalah salah satu produk hasil pertanian yang
mengandung nilai gizi yang cukup tinggi dan sangat luas penggunaanya dalam
bidang kehidupan. Susu merupakan larutan yang bersifat mudah larut dalam air
karena memiliki sifat hidrofil dan bila dilarutkan di dalam air yang memiliki
suhu yang cukup tinggi akan lebih cepat larut. Susu dapat merupakan sumber
penyakit bagi manusia apabila pengolahan terhadap susu tersebut tidak higienis.
Sehingga diperlukan uji-uji tertentu untuk mengetahui apakah susu tersebut
layak untuk dikonsumsi. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui mutu
dari susu yaitu dengan uji mikrobiologi susu.
1.2 Rumusan Masalah
- Apakah pengertian dari susu kental manis?
- Mikroorganisme apa saja yang terdapat pada susu kental manis?
- Bagaimana kasus pencemaran susu kental manis diindonesia?
- Apa saja penyakit yang disebabkan pencemaran susu kental manis ?
1.3 Batasan
Masalah
Dalam makalah ini, ruang lingkup permasalahan dibatasi pada pencemaran aseptik susu kental manis.
1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah
ini adalah:
1. Mengetahui pengertian
dari susu kental manis
2. Mengetahui Mikroorganisme
yang terdapat pada susu kental manis
3. Mengetahui kasus
pencemaran susu kental manis diindonesia
4. Mengetahui penyakit
yang disebabkan pencemaran susu kental manis
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai bahan informasi untuk para mahasiswa
dan masyarakat
2. Sebagai bahan referensi untuk penelitian
yang relevan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1
Pengertian susu kental manis
Susu kental, atau lebih umum susu
kental manis, adalah susu sapi yang airnya dihilangkan dan ditambahkan gula, sehingga
menghasilkan susu yang sangat kental dan dapat bertahan selama satu tahun bila
tidak dibuka. Susu kental manis sering ditambahkan pada hidangan
penutup, pada umumnya kue.
Di Rusia, susu kental manis dikenal sebagai
sguschyonka. Susu kental
manis ini umumnya tidak cocok untuk bayi atau anak-anak karena sudah
ditambahkan gula dan lemak pada kandungan susu telah dikurangi.
Susu mengandung bermacam-macam unsure dan sebagian besar
terdiri dari zat makanan yang juga diperlukan bagi pertumbuhan bakteri. Oleh
karenanya pertumbuhan bakteri dalam susu sangat cepat, pada suhu yang sesuai.
Jenis-jenis Micrococcus dan Corybacterium sering terdapat dalam susu yang baru
diambil. Pencemaran berikutnya timbul dari sapi, alat-alat pemerahan yang
kurang bersih dan tempat-tempat penyimpanan yang kurang bersih, debu, udara,
lalat dan penanganan oleh manusia(Buckle, et. al., 1987).
Emulsi lemak yaitu globula pada susu dikelilingi globula yang mengandung glikoprotein, lipid polar, sterol dan beberapa enzim termasuk xanthine oksida. Sayangnya akibat dengan adanya membrane tersebut maka struktur dapat dengan mudah rusak pada saat ada tekanan dan pendinginan (Robinson, 1987).
Kualitas mikrobial dalam susu segar sangat penting bagi penilaian dan produksi produk susu yang berkualitas. Susu dapat disebut telah rusak apabila terdapat gangguan dalam tekstur, warna, bau dan rasa pada kondisi dimana susu tersebut sudah tidak patut lagi dikonsumsi oleh manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam makanan sering melibatkan degradasi dari zat zat nutrisi seperti protein, karbohidrat dan lemak, baik oleh mikroorganisme itu sendiri maupun enzim yang diproduksinya.
Emulsi lemak yaitu globula pada susu dikelilingi globula yang mengandung glikoprotein, lipid polar, sterol dan beberapa enzim termasuk xanthine oksida. Sayangnya akibat dengan adanya membrane tersebut maka struktur dapat dengan mudah rusak pada saat ada tekanan dan pendinginan (Robinson, 1987).
Kualitas mikrobial dalam susu segar sangat penting bagi penilaian dan produksi produk susu yang berkualitas. Susu dapat disebut telah rusak apabila terdapat gangguan dalam tekstur, warna, bau dan rasa pada kondisi dimana susu tersebut sudah tidak patut lagi dikonsumsi oleh manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam makanan sering melibatkan degradasi dari zat zat nutrisi seperti protein, karbohidrat dan lemak, baik oleh mikroorganisme itu sendiri maupun enzim yang diproduksinya.
Air susu mengandung tiga komponen karakteristik yaitu:
laktosa, kasein, dan lemak susu. Disamping mengandung bahan-bahan lainnya
misalnya air, mineral, vitamin, dan lainnya. Banyaknya tiap-tiap bahan didalam
air susu berbeda-beda tergantung spesies hewan; komposisi dipengaruhi oleh
banyak sekali faktor genetic dan lingkungan. Susu segar yang akan diminum harus
melalui pasteurisasi terlebih dahulu guna mencegah penularan penyakit dan
mencegah penularan penyakit dan mencegah kerusakan karena mikroorganisme. Dalam
proses pasteurisasi, susu dipanaskan pada suhu 65° Celcius selama 30 menit. Laktosa
adalah satu-satunya karbohidrat pada susu. Secara kimia sebuah molekul dari laktosa
diproduksi dari gabungan antara stu glukosa dan satu galaktosa sisa yang
dihasilkan oleh sebuah α-lactalbumin yang bergantung pada enzim. Galaktosa
dalah derivat hampir sama seperti glukosa tetapi bagian kecil yang
bersal dari asetat dan gliserol.
Gambar : susu kental manis
1.1
Mikroorganisme pada susu kental manis
Mikroorganisme yang berkembang didalam susu selain
menyebabkan susu menjadi rusak juga membahayakan kesehatan masyarakat sebagai
konsumen akhir. Disamping itu penanganan susu yang benar juga dapat menyebabkan
daya simpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang pada akhirnya juga akan
mempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu. Kerusakan pada susu disebabkan oleh
terbentuknya asam laktat sebagai hasil fermentasi laktosa oleh koli. Fermentasi
oleh bakteri ini akan menyebabkan aroma susu menjadi berubah dan tidak disukai
oleh konsumen. Untuk meminimalkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan
menghambat pertumbuhan bakteri pada susu agar dapat disimpan lebih lama maka penanganan
sesudah pemerahan hendaknya menjadi perhatian utama peternak. Salah satu cara
yang dapat ditempuh untuk mencegah kerusakan pada susu adalah dengan cara
pemanasan (pasteurisasi) baik dengan suhu tinggi maupun suhu rendah yang
dapat diterapkan pada peternak. Dengan pemanasan ini diharapkan akan dapat
membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia dan meminimalisasi
perkembangan bakteri lain, baik selama pemanasan maupun pada saat penyimpanan.
Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam,
berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran
dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna bahan
mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya
ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lama akan semakin banyak
jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangat menggembirakan dan merupakan
langkah yang sangat tepat untuk mengimbangi laju permintaan pasar. Banyak jenis bahan makanan yang dapat dibuat
dari bahan baku susu. Antara lain jenis produk susu yang sudah dikenal
dikalangan masyarakat adalah es krim, susu bubuk, susu kental, mentega, yoghurt
yang dihasilkan melalui proses homogenisasi, sterilisasi, pasteurisasi dan
fermentasi. Penyebaran produksi susu akan lebih mempercepat perbaikan gizi
masyarakat. Telah tersedianya listrik hingga pelosok desa akan menopang
penggunaan pengolahan susu pasteurisasi. Teknologi pengolahan susu yang telah
dikenal rakyat seperti pengolahan dadih dan danke di Sumatera Barat dan
Sulawesi Selatan dapat mempercepat dan merupakan cikal bakal diversifikasi
penggunaan susu. Diversifikasi air susu
sapi ini bisa dikelola secara home industry maupun secara besar-besaran,
dan sudah barang tentu untuk yang kedua ini diperlukan peralatan yang serba
praktis dan modern, agar diperoleh hasil yang maksimal. Tetapi untuk keperluan
keluarga kecil cukup dengan alat sederhana yang alat-alatnya bisa diperoleh
disekeliling kita dengan harga murah, seperti diperlukannya es batu dan
beberapa kotak dari aluminium yang berfungsi sebagai tempatnya.
Bakteri Asam Laktat (BAL), tidak berlebihan kiranya bila bakteri dalam genus ini
disebut sebagai salah satu bakteri terpenting (yang sudah diketahui tentunya)
dalam kehidupan manusia.
Lactic acid bacteria termasuk bakteri gram positif fakultatif dan secara umum tidak
berbahaya, bahkan dibutuhkan oleh manusia dan hewan. BAL banyak ditemukan di
sekeliling kita, sebagai contoh, BAL banyak ditemukan di sekitar vagina dan di
dalam usus halus. BAL sangat berperan dalam membantu proses pencernaan kita.
Kalau anda ingat minuman kesehatan Yakult, BAL inilah yang
juga berperan dalam aspek kesehatan dari minuman tersebut selain kandungan
mineral dan nutrisi lainnya. BAL mampu memproses karbohidrat dalam susu yang
disebut laktosa menjadi asam laktat. Mereka secara natural ada didalam susu
(murni) dan secara luas digunakan sebagai kultur starter dalam produksi berbagai macam
produk olahan fermentasi susu.
Bakteri Coliform,
coliform adalah mikroorganisme yang berbentuk batang (rod) dan
memiliki gram negatif. Coliform memiliki sifat fakultative anaerob. Artinya
bakteri ini normalnya dalam pernafasan aerobik memproduksi ATP (Adenosine Triphosphate, sebuah monomer yang berfungsi sebagai media transportasi energi
kimia antar sel dalam makhluk hidup) apabila dalam lingkungannya tersedia
oksigen. Apabila oksigen tidak tersedia, organisme ini dapat berubah menjadi
pemproduksi asam laktat dan alkohol atau yang dikenal dengan nama fermentasi.
Coliform aktif tumbuh pada suhu sekitar
37° C. Organisme ini dapat menyebabkan pembusukan yang cepat pada susu karena
mampu melakukan fermentasi pada laktosa pada suhu sekitar 35° C dan sekaligus
juga memproduksi asam dan gas. Selain itu mereka juga mampu mendegradasi
protein pada susu.
Coliform adalah organisme indikator.
Artinya, kehadiran organisme ini sering diasosiasikan dengan organisme patogen,
tapi tidak berarti bahwa coliform ini dengan sendirinya adalah patogen. Kehadiran
coliform merupakan indikator yang baik bahwa sesuatu itu telah terkena
kontaminasi. Coliform
dapat dimatikan dengan proses yang disebut HTST (High Temperature,
Short Time) pada 72°C selama 16 detik.
Escherichia coli (E-coli) merupakan
salah satu anggota dari kelompok coliform dan dapat melakukan fermentasi gula
susu (laktosa) pada suhu 44°C.
Mikroorganisme
Perusak pada Susu
Kualitas mikrobial dalam susu segar
sangat penting bagi penilaian dan produksi produk susu yang berkualitas. Susu
dapat disebut telah rusak apabila terdapat gangguan dalam tekstur, warna, bau
dan rasa pada kondisi dimana susu tersebut sudah tidak patut lagi dikonsumsi
oleh manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam makanan
sering melibatkan degradasi dari zat zat nutrisi seperti protein, karbohidrat
dan lemak, baik oleh mikroorganisme itu sendiri maupun enzim yang
diproduksinya. Secara
umum pada susu mikroorganisme yang berperan dalam hal ini adalah organisme
psikotrof. Meskipun kebanyakan dari kelompok ini dapat dihancurkan pada
temperatur pasteurisasi, sayangnya, beberapa jenis sepertiPseudomonas
fluorescens dan Pseudomonas
fragi dapat memproduksi proteolitik dan
lipolitik enzim yang stabil pada suhu tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan.
Beberapa spesies dan
keturunan dari Bacillus, Clostridium, Cornebacterium,Arthrobacter, Lactobacillus, Microbacterium, Micrococcus , danStreptococcus dapat bertahan pada
temperatur pasteurisasi dan sekaligus mampu tumbuh pada suhu dalam ruang
pendingin yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah kerusakan dan pembusukan
pada bahan makanan terutama susu.
Mikroorganisme
Patogen pada Susu
Produksi susu
yang higienis seperti penanganan yang cepat dan tepat, penggunaan alat produksi
dan alat penyimpanan serta teknik teknik pasteurisasi telah menurunkan ancaman
penyebaran penyakit melalui susu seperti tuberkulosis (TBC), brucellosis dan lain
sebagainya. Walaupun masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, terbukti
sudah ada beberapa kasus penyakit yang berasal dari mengkonsumsi susu segar,
atau produk susu sapi yang dibuat dari susu yang tidak di pasteurisasi dengan
benar atau kurang baik dalam penanganan sepanjang proses produksinya. Beberapa
bakteri patogen dalam susu segar dan produk susu yang masih menjadi perhatian
saat ini antara lain:
• Bacillus
cereus
• Listeria
monocytogenes
• Yersinia
enterocolitica
• Salmonella
spp.
• Escherichia
coli O157:H7
• Campylobacter
jejuni
Perlu diungkapkan
juga disini bahwa beberapa jenis jamur, kebanyakan dari spesies Aspergillus, Fusarium, dan Penicillium dapat tumbuh
dalam media susu dan produk susu lainnya. Apabila kondisinya memungkinkan,
organisme ini dapat memproduksi zat mycotoxin yang dapat berbahaya bagi kesehatan.
Secara umum ada dua kategori
kultur starter laktat:
1. kultur sederhana. Terdiri dari satu
jenis organisme, atau lebih dari satu yang masing masing jumlahnya diketahui.
2. kultur campuran. Lebih dari satu
jenis organisme, yang masing masing menghasilkan karakter yang spesifik.
Sekurangnya
sekarang terdapat 11 genus LAB (dairyscience.info, 2006) dan yang digunakan
untuk kultur starter tidak lebih dari 5 saja. Yang termasuk dalam jenis bakteri
asam laktat dan digunakan sebagai kultur starter adalah:
• Enterococcus
• Lactobacillus
• Lactococcus
• Leuconostoc
• Streptococcus
Enterococcus
Organisme ini termasuk gram positif,
katalase negatif berbentuk spiral (cocci) yang sering cenderung membentuk
rantai yang memiliki panjang bervariasi. Mereka merupakan organisme penghuni
yang secara natural ada di dalam sistem pencernaan manusia dan beberapa jenis
hewan. Enterococcusseringkali digunakan sebagai organisme
indikator untuk menentukan adanya kontaminasi. Beberapa spesies dari genus ini
termasuk kategori patogen. Selain daripada kemampuan untuk tumbuh pada suhu 45
°C dan pH 9.6, dan pada kondisi konsentrasi garam tinggi, mereka sangat mirip
dengan lactococci.
Adanya keraguan, bahwa kelompok ini
dapat digunakan sebagai starter ditepis oleh bukti bahwa Enterococcus ternyata digunakan oleh beberapa ahli pada kulturnya, sehingga
secara praktis dapat dianggap bahwa genus ini termasukstarter.
Lactobacillus
Ada beberapa spesies yang terkenal
dalam kelompok ini.
Lb. delbrueckii subsp. bulgaricus, yang umum digunakan sebagai starteryogurt bersama dengan St. thermophillus adalah spesies homofermentatif, menghasilkan sekitar 2% berat
asam laktat per volume susu. Temperatur optimum pada 42 °C dan tetap hidup dan
tumbuh pada 45 °C atau lebih. Spesies ini tidak menyukai lingkungan dengan
kadar garam rendah.
Lb. acidophilus yang secara natural hidup dalam usus secara umum tidak
digunakan sebagai starter namun lebih pada penggunaan
sebagai probiotik (lihat ulasan probiotik dibawah). Bakteri ini termasuk
homofermentatif dan memproduksi D isomer dari asam laktat (D-laktat) pada
konsentrasi yang tinggi, memiliki temperatur pertumbuhan optimum pada 37 °C dan
relatif toleran terhadap oksigen dibandingkan dengan spesies probiotik lainnya seperti Bifidobacterium. Dibawah suhu 20 °C, pertumbuhannya sudah melambat, dan kebanyakan
spesies tidak tumbuh lagi pada suhu 15 °C.
Karena Lb. acidophilus ini memproduksi D-laktat yang cukup besar, penggunaanya pada
bayi harus diawasi. Hal ini disebabkan karena isomer D dari laktosa ini tidak
dapat segera di metabolis, berbeda dengan L-laktat yang dapat segera diserap
tubuh. Ada batasan maksimum D-laktat yang boleh dikonsumsi oleh bayi, sehingga
oleh sebab itu pada beberapa produk probiotikuntuk bayi, penggunaan Lb.
acidophilus ini
digantikan oleh jenis lain dariLactobacilus atau Bifidobacter (dairyscience.info, Probiotic Bacteria, 2006).
Lb. casei juga
merupakan penghuni natural dari usus halus manusia dan resistan terhadap cairan
empedu. Spesies ini umumnya digunakan sebagaiprobiotik meskipun digunakan juga pada beberapa kultur starter sebagai
non-starter lactic acid bacteria (NSLAB) pada
keju Cheddar. L-laktat adalah isomer utama yang diproduksi oleh jenis ini,
meskipun beberapa strain juga memproduksi D-laktat dalam jumlah kecil. Rogosa
agar telah secara luas digunakan sebagai medium isolat untuk lactobacilli.
Lb. helveticus sering digunakan bersama sama dengan bakteri asam laktat dari
kelas termofilik lainnya dalam proses pembuatan produk susu fermentasi seperti
keju Emmental, Mozzarella dan yogurt. Salah satu keuntungan penggunaan spesies
ini bersama sama dengan Lb. delbrueckii subsp.bulgaricus adalah
bahwa Lb. helveticus mengkonsumsi galaktosa, hal ini
berguna bila diinginkan produk yang mengandung sedikit atau bahkan bebas gula.
Selain itu beberapa jenis yang dibudi daya kan di laboratorium juga digunakan
sebagai perubah karakter rasa manis, mengurangi rasa pahit, mengembangkan rasa
atau bahkan mempercepat pematangan pada keju.
Secara umum, jenis Lb. helveticus ini tumbuh baik pada suhu sampai 45 °C, dan optimal pada 42 –
43 °C. Kebanyakan tidak tumbuh atau melambat pada suhu 15 °C.
Lactococcus
Dahulu, bakteri dalam kelompok ini di
klasifikasikan sebagai anggota dari genusStreptococcus. Dibedakan karena reaksi spesifik
daripada antiserum Grup N dan toleransi jenis ini terhadap suhu dan kandungan
garam.
Leuconostoc
Spesies ini penting bagi pembentuk rasa
pada beberapa produk olahan susu. Ada semacam kesepakatan bahwa 2 jenis
spesies, Leuconostoc mesenteroides subsp. cremoris dan Leuconostoc lactis merupakan spesies utama dalam kultur starter. Tidak seperti lactococci,
keluarga leuconostoc ini tumbuh dalam Rogosa agar dan
merupakan organisme hetrofermentatif yang menghasilkan karbon dioksida dari
glukosa dan juga fruktosa. KeluargaLeuconostoc termasuk keluarga spiral gram positif,
yang masing masing memiliki ukuran dan bentuk yang hampir sama dengan lactococci.
Walaupun tidak seperti lactococci, keluarga leuconostoc tidak menghasilkan
amonia dariarginine dan hanya menghasilkan D isomer dari
asam laktat.
Gambar
: Bakteri Asam Laktat
1.2
Kasus yang terjadi di Indonesia
kadar rata-rata susu kental manis di pasaran adalah 20
gram,berarti,anda sama saja memakan gula sachet yang terdapat di kedai-kedai
kopi sebanyak 20 kali bukan?, sungguh angka yang ironis saat mengetahui kadar
gula pada 2 produk ini diatas 10 gram.Sebenarnya,masih banyak produk-produk
minuman atau makanan yang memiliki kadar gula di atas 10 gram,tentu anda tak
mau menderita penyakit diabetes karena produk ini bukan,sebaiknya anda berhati
hati memiliki produk yang memiliki kadar gula tinggi,saya bukannya menyuruh
anda untuk tak membeli produk ini,toh saya juga kadang membeli teh Poci dengan
susu kental manis. Karena
alasan kepraktisan dan lebih ekonomis, sebagian besar Ibu lebih memilih
menyajikan susu kental manis yang ditambahkan air sebagai minuman susu bagi
anak-anaknya. Padahal, itu adalah sebuah persepsi yang salah besar. Susu kental
manis bukanlah susu untuk diminum.
“Merupakan
persepsi yang salah jika masih saja ada yang memilih susu kental manis yang
dicairkan sebagai susu untuk diminum. Susu kental manis bukanlah susu. Sebab
susu kental manis diciptakan hanya untuk aplikasi lebih lanjut olahan makanan
seperti topping martabak maupun kue-kue,” tutur Prof Dr Ir Made Astawan MS
selaku Anggota Dewan Pakar Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) dan Guru
Besar Institut Pertanian Bogor yang ditemui pada acara “Teknologi UHT dan
Aseptik Membantu Menjaga Nutrisi Alami Susu oleh UltraMilk” dari PT Ultra jaya
Milk Industry & Trading Company Tbk, Hotel Lumire, Jakarta, Kamis
(21/4/2011).
Memang lebih
ekonomis, katanya, di mana para ibu cukup menyimpannya di kulkas supaya awet.
Tapi coba saja perhatikan rasanya, manis bukan?
“Itu karena susu
kental manis lebih banyak mengandung gula. Gula tersebut yang menyebabkan
kegemukan pada anak. Sehingga saya menghimbau untuk tidak menjadikan susu
kental manis yang ditambahkan air sebagai susu,” tutupnya.
Daftar Merk Susu yang Mengandung Bakteri Berbahaya Informasi 58 merk
susu bayi yang mengandung bakteri berbahaya:
1. Frisian Flag Susu Bubuk Full Creamm
2. Kompleta Susu Kental Manis.
3. Caleimex Susu Rendah Lemak.
4. Dutch Lady Susu Cair.
5. Susu Bendera 123 Susu Pertumbuhan.
6. Susu Bendera Yes! Susu Cair.
7. Susu Bendera SKM Susu Kental Manis.
8. Enaak Susu Kental Manis.
9. Indomilk Susu Kental Manis.
10. Indomilk Susu Pasteurisasi.
11. Indomilk Susu Evaporasi.
12. Kremer Krim Kental Manis.
13. Tiga Sapi Krim Kental Manis.
14. Tiga Sapi Susu Bubuk.
15. Sustagen Susu Bubuk.
16. Enfapro Susu Formula Lanjutan.
17. Enfragrow Susu Pertumbuhan.
18. Enfamil Susu Bayi.
19. Bebelac 1 Susu Bayi.
20. Bebelac 2 Susu Formula Lanjutan.
21. Delilac Susu Pertumbuhan.
22. Tropicana Slim S
23. Nutrifood Susu Bubuk Instan.
24. Nutrifood WRP Susu.
25. Promina Susu Bubuk.
26. Sun Susu Bubuk.
27. SMA Susu Bayi.
28. S-26 Susu Bayi.
29. Promil Susu Formula Lanjutan.
30. Procal Susu Pertumbuhan.
31. Enercal Susu.
32. Nursoy Susu Formula Khusus.
33. Bear Brand Susu Steril Cair.
34. Cap Nona Susu Kental Manis.
35. Cap Nona Susu Evaporasi.
36. Carnation Susu Bubuk.
37. Carnation Susu Evaporasi Cair.
38. Dancow Susu Bubuk.
39. Dancow Susu Beraroma.
40. Dancow Balita Susu Pertumbuhan.
41. Lactogen 1 Susu Bayi.
42. Lactogen 2 Susu Formula Lanjutan.
43. Milkmaid Susu.
44. Anlene Susu Bubuk.
45. Nan Susu Bayi.
46. Anchor Susu Bubuk Full Cream.
47. Birch Tree Susu Beraroma.
48. Dumes Mames Susu Bayi.
49. FMC Powder Susu Bubuk Full Cream.
50. Indokilin Susu Bubuk Full Cream.
51. Kilimas Susu Beraroma.
52. LLM Susu Formula Khusus.
53. Milco Susu Beraroma.
54. Nini Susu Bayi.
55. Sari Husada Susu Bubuk Full Cream.
56. SGM Susu Bayi.
57. Vitalac Susu Bayi.
58. Ultra Susu UHT.
1. Frisian Flag Susu Bubuk Full Creamm
2. Kompleta Susu Kental Manis.
3. Caleimex Susu Rendah Lemak.
4. Dutch Lady Susu Cair.
5. Susu Bendera 123 Susu Pertumbuhan.
6. Susu Bendera Yes! Susu Cair.
7. Susu Bendera SKM Susu Kental Manis.
8. Enaak Susu Kental Manis.
9. Indomilk Susu Kental Manis.
10. Indomilk Susu Pasteurisasi.
11. Indomilk Susu Evaporasi.
12. Kremer Krim Kental Manis.
13. Tiga Sapi Krim Kental Manis.
14. Tiga Sapi Susu Bubuk.
15. Sustagen Susu Bubuk.
16. Enfapro Susu Formula Lanjutan.
17. Enfragrow Susu Pertumbuhan.
18. Enfamil Susu Bayi.
19. Bebelac 1 Susu Bayi.
20. Bebelac 2 Susu Formula Lanjutan.
21. Delilac Susu Pertumbuhan.
22. Tropicana Slim S
23. Nutrifood Susu Bubuk Instan.
24. Nutrifood WRP Susu.
25. Promina Susu Bubuk.
26. Sun Susu Bubuk.
27. SMA Susu Bayi.
28. S-26 Susu Bayi.
29. Promil Susu Formula Lanjutan.
30. Procal Susu Pertumbuhan.
31. Enercal Susu.
32. Nursoy Susu Formula Khusus.
33. Bear Brand Susu Steril Cair.
34. Cap Nona Susu Kental Manis.
35. Cap Nona Susu Evaporasi.
36. Carnation Susu Bubuk.
37. Carnation Susu Evaporasi Cair.
38. Dancow Susu Bubuk.
39. Dancow Susu Beraroma.
40. Dancow Balita Susu Pertumbuhan.
41. Lactogen 1 Susu Bayi.
42. Lactogen 2 Susu Formula Lanjutan.
43. Milkmaid Susu.
44. Anlene Susu Bubuk.
45. Nan Susu Bayi.
46. Anchor Susu Bubuk Full Cream.
47. Birch Tree Susu Beraroma.
48. Dumes Mames Susu Bayi.
49. FMC Powder Susu Bubuk Full Cream.
50. Indokilin Susu Bubuk Full Cream.
51. Kilimas Susu Beraroma.
52. LLM Susu Formula Khusus.
53. Milco Susu Beraroma.
54. Nini Susu Bayi.
55. Sari Husada Susu Bubuk Full Cream.
56. SGM Susu Bayi.
57. Vitalac Susu Bayi.
58. Ultra Susu UHT.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bahan makanan,
selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi
mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan dapat menyebabkan
perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan secara gizi, daya
cerna ataupun daya simpannya. Bahan pangan dapat bertindak sebagai perantara
atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan organisme lain
penyebab penyakit.
Penyakit menular yang cukup berbahaya seperti tifus,
kolera, disentri, atau tbc, mudah tersebar melalui bahan makanan. Gangguan-gangguan
kesehatan, khususnya gagguan perut akibat makanan disebabkan, antara lain oleh
kebanyakan makan, alergi, kekurangan zat gizi, keracunan langsung oleh bahan-bahan
kimia, tanaman atau hewan beracun; toksintoksin yang dihasilkan bakteri;
mengkomsumsi pangan yan mengandung parasitparasit hewan dan mikroorganisme. Tifus
merupakan suatu penyakit yang disebabkanoleh adanya suatu infeksi pada usus
yang ber imbas pada jaringan seluruh tubuh. Penyakit tifus disebabkan
dari adanya suatu bakteri yang masuk melalui makanan , minuman atau bisa pula
dari wabah yang merata pada suatu wilayah.
DAFTAR PUSTAKA
Informatorium Obat Nasional
Indonesia 2000. Departemen Kesehatan
Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta
: Penerbit CV. Sagung Seto
Maramis WF. 2004. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Penerbit Airlangga
University Press.
Tjandra YA. Dampak Merokok Bagi Kesehatan. Simposium Nasional I. Hasil Penelitian
dan Pengembangan Kesehatan. Di selenggarakan oleh : Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Jakarta, 20-21 Desember 2004.
Tim Dosen Unimed.2012. Mikrobiologi Makanan. Medan : FMIPA
UNIMED


selain 58 susu itu ada susu aplg emg.ny yg gag berbahaya ?
BalasHapusApabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.
BalasHapusSalam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
Boiler Chemical Cleaning
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Degreaser & Floor Cleaner Plant
Oli industri
Rust remover