Nenas
merupakan salah satu tanaman komoditi yang banyak ditanam di Indonesia,
meliputi jenis nenas Cayenne atau Queen. Prospek agrobisnis nenas
sangat cerah, cenderung semakin meningkat baik untuk kebutuhan buah segar
maupun sebagai bahan olahan. Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari
tanaman nenas adalah buahnya, yang berasa manis sampai agak masam menyegarkan,
sehingga disukai oleh masyarakat luas. Di samping itu buah nenas mengandung
gizi yang cukup tinggi dan lengkap. Permintaan nenas sebagai bahan baku
industri pengolahan buah-buahan juga semakin meningkat misal untuk sirup,
keripik, dan berbagai produk olahan nenas seperti nata.
Salah satu alternative pemanfaatan limbah
nenas yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatannya menjadi produk nata de
pina. Nata merupakan produk fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter
xylinum. Dilihat dari namanya bakteri ini termasuk kelompok bakteri asam asetat
(aceto : asetat, bacter : bakteri). Jika ditumbuhkan di media
cair yang mengandung gula, bakteri ini akan menghasilkan asam cuka atau asam
asetat dan padatan putih yang terapung di permukaan media cair tersebut.
Lapisan putih itulah yang dikenal sebagai nata. Pada dasarnya produksi nata
dengan media sari buah nenas telah banyak dilakukan yakni dikenal sebagai nata
de pina, tetapi dengan mencoba produksi nata dengan menumbuhkan bakteri A.
xylinum pada media limbah buah nenas belum dilakukan. Untuk dapat
mengaktifkan produksi nata oleh bakteri dibutuhkan nutrien dari media yang
mengandung gula, nitrogen, vitamin dan mineral. Berdasarkan kebutuhan nutrien
ini maka limbah buah nenas diduga cukup bermanfaat sebagai media pertumbuhan
bakteri nata.
Limbah
buah nenas baik limbah kulit, limbah mata maupun limbah hati diharapkan mampu
memberikan nutrien bagi A. xylinum sehingga dapat menghasilkan nata. Di
pasaran, buah nenas terdapat dalam berbagai golongan ukuran yakni ukuran super,
sedang dan kecil. Pada penelitian ini dilakukan produksi nata dengan memanfaatkan
limbah buah nenas dari variasi. Dari hasil pengamatan secara visual warna nata
de pina diperoleh warna putih semua, baik dari nata yang berasal dari nenas kelas
I, II, dan III. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perlakuan pengenceran medium
fermentasi 1:1 (v/v) dan penambahan sumber karbon (glukosa). Warna nata de pina
sebelum diolah dipengaruhi oleh adanya kandungan asam yang sangat seimbang sehingga
warna nata de pina menjadi putih. Berdasarkan data dan hasil percobaan dan
pengujian dengan Analisis Variansi (ANOVA) untuk kelas I, II, dan III dapat
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan untuk berat dan ketebalan nata antara
jenis percobaan dalam mempengaruhi hasil produksi nata de pina yang
dihasilkan berdasarkan perbedaan antara jenis limbah dan jenis percobaan. Berdasarkan
hasil pengujian dengan Analisis Variansi (ANOVA) untuk semua kelas nata yang
dihasilkan, diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan untuk ketiga.
kualitas nenas yang dihasilkan baik dari berat dan ketebalan nata. Dari hasil
penelitian dan pengujian diperoleh bahwa pada penggunaan jenis limbah dan
daging buah yang bervariasi tidak mempengaruhi hasil produksi nata de pina yang
diperoleh. Kemungkinan pencampuran limbah kulit, limbah mata, dan limbah hati sebagai
bahan media juga tidak mempengaruhi hasil nata (hasil dari penggunaan limbah
secara terpisah dengan pencampuran akan sama saja/tidak memiliki perbedaan yang
cukup signifikan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar