RESUME JURNAL
PEMBUATAN BIOETHANOL DARI SINGKONG SECARA FERMENTASI
MENGGUNAKAN RAGI TAPE
Salah
satu energi alternatif yang menjanjikan adalah bioetanol. Bioethanol adalah
ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses farmentasi.
Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan bening tak
berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan
tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor.
Bioethanol dapat dibuat dari
singkong. Singkong (Manihot utilissima) sering juga disebut sebagai ubi kayu
atau ketela pohon, merupakan tanaman yang sangat populer di seluruh dunia,
khususnya di negara-negara tropis. Di Indonesia, singkong memiliki arti ekonomi
terpenting dibandingkan dengan jenis umbi-umbian yang lain Selain itu kandungan
pati dalam singkong yang tinggi sekitar 25-30% sangat cocok untuk pembuatan
energi alternatif. Dengan demikian, singkong adalah jenis umbi-umbian daerah
tropis yang merupakan sumber energi paling murah sedunia. Potensi singkong di
Indonesia cukup besar maka dipilihlah singkong sebagai bahan baku utama.
Semakin banyak ragi tape yang ditambahkan maka etanol yang
dihasilkan juga semakin banyak karena dengan semakin banyak ragi yang
ditambahkan, maka bakteri yang mengurai glukosa menjadi etanol pun semakin
banyak tapi pada penambahan ragi 100 gr cenderung turun hal ini disebabkan
adanya ragi yang mati pada saat proses fermentasi berlangsung ,ini ditandai
dengan ditemukannya serbuk putih kekuningan pada hasil akhir fermentasi sehingga
mikroba yang berperan dalam fermentasi ini pun menjadi kurang maksimal
Pada proses fermentasi nutrient sangat diperlukan walaupun dalam
jumlah kecil.komponen essensial yang kami tambahkan dalam bentuk senyawa N dan
P ,maka kami gunakan pupuk NPK( 16% N ,16%P). Semakin banyak NPK atau nutrient
yang ditambahkan dalam media fermentasi maka etanol yang dihasilkan semakin
besar dengan hasil maksimal pada penambahan NPK 20 gr itu terjadi karena suplai
nutrient untuk pertumbuhan bakteri semakin tercukupi. Bakteri membutuhkan
nutrient esensial seperti nitrogen dan phosphate untuk tumbuh,dengan demikian
maka etanol yang dihasilkan juga lebih maksimal. Semakin lama waktu farmentasi
maka etanol yang dihasilkan juga semakin banyak yaitu pada hari ke 14 karena
dengan semakin lama waktu maka makin banyak yang terkonversi menjadi etanol
tapi pada hari ke 18 cenderung turun hal
ini, disebabkan karena adanya isolasi yang tidak sempurna pada toples yang
membuat proses anaerob yang tidak sempurna,yang membuat proses sedikit aerob
sehingga memungkinkan tumbuhnya Acetobacter aceti yang dapat
mengkonversi alkohol menjadi asetat yang ditandai rasa masam pada sempel
sehingga menurunkan yield.
Bahwa itu menunjukkan ragi tape yang kami gunakan kurang effektif
untuk menghasilkan yield yang sesuai teori . Bila ditinjau dari jasad renik
yang terkandung dalam ragi : adalah suatu kombinasi Amylomyces rouxii, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp.,
Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, Sacharomyces cerevisiae, dan
beberapa bakteri :Pediococcus sp., Baksil sp.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar